Posted by: nadhil | December 16, 2008

new recipe

pada suatu siang yang cerah..

Aku yang lagi nonton TV di ganggu oleh suara berisik adekku.

“Mbaak, masa coklatnya nggak enak! Hoek! Pait!” katanya sambil meleletkan lidahnya dan menjauhkan bungkus coklat dari wajahnya. Kutengok sebentar tampang anehnya dan ngomong,

“Ya iyalah, itu kan dark chocolate. Pasti pait lah. Makanya mbak Diela nggak mau ngambil.”

Dengan tampang cemberut dan memandangi coklat itu, dia nanya lagi,

“Terus gimana dong mbak?”

Aku yang mulai keganggu, ngomong dengan asal,

“Ya udah, kasih aja gula, kan jadi manis tuh.”

“Emang iya mbak?”

“Ya iyalah, gula kan manis.”

>_<

Beberapa menit kemudian,

“Hoek! Apaan sih, mbak. Make gula tuh malah jadi aneh!”

“Ha? Beneran pake gula? Hahaha”

aku memandangi coklat yang penuh gula dengan geli. Ternyata, dia bener2 nambahin gula ke coklatnya! “Jadi bohong? Aaah mbak diela jahat! Nggak mau tau,nih pokoknya jadi buat mbak diela, adek nggak mau tau!”

“Dih, nggak mau. Kasih susu sana, kan jadi enak tuh.”

“Nggak mau! Mbak Diela sesat!”

haha, ternyata kata2ku berpengaruh juga. Mana ada coklat kasih gula? I mean, coklat yg udah jadi dan tinggal makan. Hahaha..

Advertisements

Responses

  1. ni komen balesan,, hhe

    parah lo nad..
    tega nya meracuni pikiran anak polos..
    coba lo bilang klo mau manis panggil aja yanda…
    kan dia manis.. nnti coklat nya manis..

    hhe (jayus)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: