Posted by: nadhil | May 29, 2009

Balada Kompetisi Intraspesifik Antar Supir Angkot di Depok

Masalah akibat jumlah angkot di Depok yang makin banyak: kompetisi antar supir angkot yang menyebalkan. Banyaknya angkot bernomor sama menyebabkan terjadinya kompetisi antar angkot. Kalau bahasa biologinya kompetisi intrasepisifik. Kompetisi intraspesifik adalah kompetisi antar mahluk hidup di dalam sebuah populasi untuk mendapatkan makanan. Coba ganti mahluk hidup jadi supir angkot, populasi jadi kumpulan angkot bernomor sama dan makanan jadi penumpang. Wow.

Tapi, kompetisi ini berjalan dengan tidak sehat. Bukan hanya merugikan peserta kompetisi lain yaitu para supir angkot, tapi juga penumpang, pengguna jalan raya lain dan petugas. Contohnya, ketika para supir angkot melihat seorang mangsa (penumpang), sedang menunggu, mereka akan berusaha berlomba-lomba sampai ke depan penumpang itu untuk menawarkan angkot mereka. Nah, cara yang mereka lakukan amat menyebalkan. Angkot yang tadinya berjalan lurus dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba mengganti alur jalan mereka agar sampai ke pinggir dengan cepat. Tindakan ini amat membahayakan. Para penumpang-yang-sudah-duduk-nyaman-di-angkot berpotensi tinggi terkena serangan jantung mendadak dan jatuh terjembab kalau kurang cepat berpegangan pada kursi. Sedangkan pengguna-jalan-raya-lain memiliki resiko yang lebih besar. Karena tindakan supir angkot itu, mereka dapat terkena serangan jantung mendadak dan menabrak. Padahal mangsa, maksudnya penumpang, itu  sedang menunggu angkot bernomor lain.

Lain lagi ketika para kompetitor angkot itu bersaing memperebutkan penumpang dengan cara menunggu di tempat-tempat strategis. Bahasa kerennya: ngetem. Aktivitas yang satu ini, juga amat mengganggu. Penumpang-yang-telah-duduk-nyaman-di-dalam-angkot harus menunggu lama untuk memuaskan hasrat supir angkot untuk terus menambah jumlah penumpang angkotnya. Padahal jelas, di tempat itu tak ada orang yang kelihatan berminat naik angkot. Dilihat dari sisi  penumpang-yang-diharapkan-untuk-menaiki-angkot, para supir angkot itu terlihat menjijikan dan menakutkan. Mereka meneriakkan nomor dan jurusan masing-masing angkot dengan keras. Kadang, cara mereka membujuk penumpang setengah memaksa. Belum lagi dari sisi pengguna jalan raya lainnya. Angkot-angkot itu menyebabkan kemacetan mendadak!

Namun, meski pun kompetisi ini menimbulkan banyak masalah, kompetisi ini tidak pernah berakhir. Dan tak akan berakhir.

Satu-satunya cara adalah dengan menekan supir angkot untuk tidak terlalu ekstrim untuk melakukan hal –hal semacam itu. Sebenarnya dari pemerintah sendiri sudah mencoba untuk menindaklanjuti kompetisi tidak sehat ini dengan cara memperbanyak polisi lalu lintas untuk mengawasi angkot-angkot itu. Tapi cara yang paling efektif adalah dari para supir angkot itu sendiri. Kalau mereka mau mengalah satu sama lain, masalah ini akan selesai. Masih sangat sedikit supir angkot yang sudah mampu dan mau berpikir sejauh itu.

Sebenarnya cerita tragis di balik kompetisi kejam dan penuh marabahaya itu adalah kenyataan bahwa supir angkot melakukannya karena mereka membutuhkan hal paling mendasar dalam hidup di perkotaan: uang.

Mereka sudah tak dapat memikirkan cara lain selain sebagai supir angkot yang begitu gencar mencari mangsanya alias penumpang. Ini juga disebabkan karena sedikitnya lapangan kerja di Depok yang makin padat. Mau tidak mau mereka harus masuk ke dalam kompetisi berbahaya itu. Kita juga sebagai pihak yang dirugikan tak bisa begitu saja menimpakan semua kesalahan pada supir angkot. Karena itu satu-satunya kesempatan lain untuk mengurangi hal itu adalah dibukanya lapangan kerja baru agar mereka memiliki alternatif lain dalam mencari nafkah. Dengan begitu mungkin peserta kompetisi ini akan semakin berkurang dan kompetisi ini bisa berjalan sehat seperti yang seharusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: